Senyuman yang tak pernah ku lihat sebelumnya seperti melihat bidadari turun dari kahyangan. Ketika itu aku berada di sebuah perpustakaan yang tepatnya di tempat aku bersekolah,tak jauh dimana rumah ku berada.
Temanku biasa memanggilku Putra. Ya karna itulah namaku Putra nugraha. “ apalah arti sebuah nama” ya mungkin orang-orang banyak mengatakan itu. Tapi tidak bagiku.
Putra adalah nama yang di berikan oleh Bundaku sejak aku lahir di dunia ini.
Tetapi mengapa nasibku tak seindah orang-orang di luar sana???
Aku dilahirkan di dunia ini tapi tidak di besarkan oleh Bundaku, karna Bunda sudah berusaha untuk melahirkan ku di dunia ini, dia berjuang, tapi Tuhan berkehendak lain ketika ia melahirkan ku. Bunda meninggalkan aku di dunia yang penuh liku-liku ini.
Kini aku hanya tinggal bersama Ayahku , tak ada yang adil pikirku. Seorang Ayah yang kuharapkan dapat membuatku bahagia kini hanya selalu membuat aku merasa kesal dan ingin rasanya aku berontak. Tapi apalah daya ku , Ayah memiliki istri lagi sejak usiaku empat tahun.
Sakiitt.. yang menjadi ancamanku adalah Ibu tiriku , yang membuat ku merasa terusik dan ingin membunuh ku perlahan.
Ibu tiriku mempunyai seorang anak perempuan dari Ayahku. Serta perbedaan usiaku lima tahun darinya. Chila namanya, gadis yang manis,cantik seperti ibu tiriku.
Tetapi aku tidak begitu akrab denganya. Entah mengapa egois ku selalu berada pada chila. Mungkin karna perbuatan Ibu tiri ku yg kejam terhadapku.
Kini aku duduk di kelas tiga SMA. Hari pertamaku duduk di kelas itu Toni dan Kevin menghampiri aku , senyum dan tawa yang mereka selalu berikan kepadaku , dan rasanya aku ingin selalu berada dekat mereka, bukan di rumahku.
Ketika bel istirahat berbunyi aku kelak bercanda dengan Toni dan Kevin.
Putri ,, yaa… dia gadis yang manis berambut panjang dan lurus. Tidak sedikit pria yang suka padanya. Begitu pun aku. Waaaww… dia tersenyum kepadaku dan rasanya jantung ini berhenti. Dan tak ragu lagi aku membalas senyumnya.
Dalam hatiku ingin sekali dialah yang menjadi pendamping hidupku kelak, dan sebagai pengganti Bunda yang kini tak ada lagi di dunia ini.
Karna sekilas kulihat foto Bundaku yang tersenyum kepadaku. Apa dialah bidadari yang di kirimkan oleh bundaku . “ dalam hatiku berkata “.
Tapi ternyata kenyataanya adalah berlawanan. Ku tak pernah ada di hatinya . Bundaaa… mengapa bukan Putri ???? Putri sudah di miliki orang lain sekarang.
Saat inilah aku selalu di hantui rasa bersalah , mengapa aku tak pernah mengucapkan kata cinta pada Putri. Bodohnya diriku.
Tapi ya sudah lah mungkin memang bukan dialah yang selama ini kucari.
Di hari minggu ini aku lekas pergi ingin berziarah kemakam Bundaku, setangkai bunga mawar kesukaan bunda. “ teringat Ayah yang menceritakan kesukaaan Bundaku”. Kini aku berfikir buat apa aku selalu iri kepada orang-orang di luar sana yang selalu di berikan kasih sayang seorang Ibu.
Malam hari pun tiba, tak habis pikirku . Ayah yang sedang duduk di kamarku menghampiri aku , sudah lama sekali tidak pernah seperti ini. Janggal sekali kelihatanya. Tapi aku sangat senang, Ayah masih mau memperdulikan aku. Ayah bercerita tentang bunda , dan ketika itu aku tertidur dengan bermimpi ada seorang gadis cantik menghampiri ku . seperti foto Bunda, ya itu memang bunda.
Ku terbangun dari tidurku dan lekas mandi karena hari sudah menjelang pagi. Entah mengapa. Putri begitu manis menghampiri aku dan mengajak aku untuk membeli buku. Tak ku tolak permintaanya tetapi dipikiranku” mengapa dia tidak mengajak kekasih nya?”. Saat itu Putri yang tak sengaja menarik tanganku, tapi mengapa perasaaan ini menjadi berubah?? .
Setibanya kami di toko buku.,dan kami segera mencari buku yang ingin Putri beli. Dan tak sengaja buku itu terjatuh dari genggaman Putri. Lalu aku segera mengambilnya,dan memberi kanya pada Putri.
Aku terdiam, ketika Putri mengatakan perasaaanya kepadaku,, yaa.. memang sangat mengagetkan pikirku. Tapi kesungguhan Putri memang terlihat saat itu. Dan ketika kita asik berbincang-bincang, ternyata itu Putri belum empunya kekasih..senangnya perasaan ini ketika mengetahuinya.
Keesokan harinya Putri berangkat ke sekolah bersamaku dan di hari-hari berikutnya seperti itu. Pada suatu hari entah mengapa Putri tidak berada di tempat biasanya.. jantung ini rasanya ingin tidak berdetak.. saat aku mengetahui bahwa dia sedang sakit.. pikirku dia hanya tidak enak badan saja.
Dan aku pun bergegas menengoknya.. saat aku tiba ternyata bendera kuning yang kulihat. Perasaan ini merasa tidak enak sekali saat aku memasuki gang rumah Putri,ku harap bukan dia, tetapi memang….DIA.,
Putri … kini dia pun meninggalkan aku seperti Bundaku yg meninggalkan aku. Putri meninggalkan dunia ini karna ternyata dia punya penyakit yang sejak aku mengenalnya ,tapi aku juga tak mengetahuinya. Bodohnya diri ini. Ingin rasanya aku mengulang dan memutar waktu bersama Putri. Tapi apa boleh buat kenyataan yang membuat semua ini berakhir.
Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap berterpadu..dalam lembaran yang penuh kehidupan ,angan yang terpendam akan terwujud..tapi tidak bagi ku.
Mengapa orang-orang yang kusayangi meninggalkan aku, aku pun tidak kuasa menangis ketika itu. Satu kata yang ingin ku ucapkan… “I LOVE YOU “ Putri kau tak akan pernah ku lupakan dan selalu berada di dalam hati ku hingga akhir hayat ku, ku harap kau bahagia di sana kelak kita akan berjumpa kembali nanti ..
_ Jika kita mencintai seseorang,kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada din sisi kita.
–end-